MANISNYA KETAATAN
JELEKNYA KEMAKSIATAN
🌱 Segala hal yang Alloh subhanahu wa ta'ala ciptakan di dunia merupakan bentuk contoh dari apa yang ada di akhirat. dan segala hal yang terjadi di dalamnya merupakan percontohan dari apa yang terjadi diakhirat.
🌿 adapun yang terjadi di dunia maka setiap orang yang zhalim akan dikenai siksa didunia atas kezhalimannya sebelum dia disiksa diakhirat kelak. Demikian pula setiap orang yang berbuat dosa. ini ada makna firman Alloh ta'ala
ﻣَﻦْ ﻳَﻌْﻤَﻞْ ﺳُﻮﺀًﺍ ﻳُﺠْﺰَ ﺑِﻪِ
"Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu"
(QS. An-Nisa':123)
🌴 Mungkin saja seorang yang berbuat maksiat melihat badan dan hartanya selamat, lalu dia menyangka tak ada hukuman (atas perbuatanya) padahal kelenghanya dari hukuman yang ditimpakan padanya adalah hukuman.
☘ orang bijak berkata,
"Maksiat setelah maksiat merupakan hukuman dari maksiat. Sedangkan kebaikan setelah kebaikan merupakan pahala dari kebaikan."
Bisa juga bahwa hukuman disegerakan di dunia itu bersifat maknawi (bukan hukuman bersifat materi atau fisik). sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian ulama bani israil, "wahai tuhanku! berapa banyak aku bermaksiat kepada-Mu dan Engkau tidak menghukumku! Maka dijawab, "Berapa banyak aku menghukummu, namun engkau tidak tahu! bukankah aku telah menghalangimu dari nikmatnya bermunajat kepada-Ku?"
🍀 Maka barangsiapa yang mencermati jenis hukuman ini, niscaya dia dapatkan jenis hukuman ini sudah menantinya.
berapa banyak yang menjadikan pandangannya liar, lalu Alloh mengharamkan mata hatinya untuk bisa mengambil pelajaran. atau lebih mendahulukan hal syubhat dalam makanannya lalu hatinya menjadi gelap tak bisa mendirikan shalat malam dan terhalang dari manisnya munajat.
ini adalah hal yang sudah diketahui oleh orang yang biasa mengintropeksi dirinya.
🎋 Sebaliknya, orang yang bertaqwa kepada Alloh ta'ala akan segera mendapatkan balasan yang baik di dunia atas taqwanya. adapun bentuk balasan setimpal yang jelas dalam bentuk lahiriah, jarang sekali tertahan.
Diantaranya adalah sabda Nabi shallallohu 'alaihibwa sallam:
" sesungguhnya seorang hamba benar-benar terhalang dari rezki dikarenakan dosa yang dia perbuat"
(HR. Ahmad dan ibnu Majah)
sekiranya seorang meninggalkan maksiat karna Alloh ta'ala, pastilah dia akan melihat hasilnya. Demikian pula bila dia melakukan ketaatan
JELEKNYA KEMAKSIATAN
🌱 Segala hal yang Alloh subhanahu wa ta'ala ciptakan di dunia merupakan bentuk contoh dari apa yang ada di akhirat. dan segala hal yang terjadi di dalamnya merupakan percontohan dari apa yang terjadi diakhirat.
🌿 adapun yang terjadi di dunia maka setiap orang yang zhalim akan dikenai siksa didunia atas kezhalimannya sebelum dia disiksa diakhirat kelak. Demikian pula setiap orang yang berbuat dosa. ini ada makna firman Alloh ta'ala
ﻣَﻦْ ﻳَﻌْﻤَﻞْ ﺳُﻮﺀًﺍ ﻳُﺠْﺰَ ﺑِﻪِ
"Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu"
(QS. An-Nisa':123)
🌴 Mungkin saja seorang yang berbuat maksiat melihat badan dan hartanya selamat, lalu dia menyangka tak ada hukuman (atas perbuatanya) padahal kelenghanya dari hukuman yang ditimpakan padanya adalah hukuman.
☘ orang bijak berkata,
"Maksiat setelah maksiat merupakan hukuman dari maksiat. Sedangkan kebaikan setelah kebaikan merupakan pahala dari kebaikan."
Bisa juga bahwa hukuman disegerakan di dunia itu bersifat maknawi (bukan hukuman bersifat materi atau fisik). sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian ulama bani israil, "wahai tuhanku! berapa banyak aku bermaksiat kepada-Mu dan Engkau tidak menghukumku! Maka dijawab, "Berapa banyak aku menghukummu, namun engkau tidak tahu! bukankah aku telah menghalangimu dari nikmatnya bermunajat kepada-Ku?"
🍀 Maka barangsiapa yang mencermati jenis hukuman ini, niscaya dia dapatkan jenis hukuman ini sudah menantinya.
berapa banyak yang menjadikan pandangannya liar, lalu Alloh mengharamkan mata hatinya untuk bisa mengambil pelajaran. atau lebih mendahulukan hal syubhat dalam makanannya lalu hatinya menjadi gelap tak bisa mendirikan shalat malam dan terhalang dari manisnya munajat.
ini adalah hal yang sudah diketahui oleh orang yang biasa mengintropeksi dirinya.
🎋 Sebaliknya, orang yang bertaqwa kepada Alloh ta'ala akan segera mendapatkan balasan yang baik di dunia atas taqwanya. adapun bentuk balasan setimpal yang jelas dalam bentuk lahiriah, jarang sekali tertahan.
Diantaranya adalah sabda Nabi shallallohu 'alaihibwa sallam:
" sesungguhnya seorang hamba benar-benar terhalang dari rezki dikarenakan dosa yang dia perbuat"
(HR. Ahmad dan ibnu Majah)
sekiranya seorang meninggalkan maksiat karna Alloh ta'ala, pastilah dia akan melihat hasilnya. Demikian pula bila dia melakukan ketaatan
Comments
Post a Comment