PRAKTEK PELAKSANAAN IBADAH HAJI & PEMAKNAANNYA
⛱ By: Ustadz Nuruddin Abu Faynan
Ibadah haji kedudukannya sangat tinggi, inti dan tujuan disyariatkan ibadah haji adalah untuk mentauhidkan Allah dan mengingat Allah.
Mendalami ilmu ttg ibadah haji sebelum berangkat ibadah haji merupakan tuntutan syari'at.
Apabila anda ibadah haji mengikuti apa yang di ajarkan oleh nabi shallahu'alaihi wasallam baik secara dzhir dan bathin maka ibadah haji anda dengan izin Allah akan diterim yang balasannya adalah surga.
Manakala anda menghadirkan amalan hati dalam setiap syiar di antara syiar-syiar haji maka akan mendorong anda untuk menyempurnakan
▶ amalan yang zhahir, yang meliputi rukun haji, kewajiban haji dan Sunnah haji dan menjauhi larangan-larangan ihram.
🕋 rukun haji yaitu:
1- ihram,
2- wukuf di 'arafah ,
3- thawaf Ifadah,
4- sa'i haji.
🕋 *kewajiban haji*yaitu:
1- ihram dari miqat,
2- wukuf di Arafah sampai terbenam matahari,
3- bermalam di Muzdalifah pada malam 10 Dzulhijah,
4- bermalam pada malam-malam tasyriq di mina,
5- melempar jamarat ,
6- mencukur gundul atau memendekkan rambut secara merata,
🕋 Sunnah haji adalah sisa manasik lainnya seperti thowaf qudum, berlari-lari ditiga putaran pertama thowaf, idztiba, talbiyah sampai pertama kali melempar pada waktu haji dan talbiyah sampai mulai thowaf pada waktu umrah.
🕋 Larangan-larangan ihram adalah
1- mencukur rambut
2- memotong kuku
3- memakai yang berjahit bagi laki-laki
4-menutup kepala bagi laki-laki
5-memakai minyak wangi bagi laki-laki dan wanita
6- memburu hewan buruan
7- jima'
8- akad nikah
9- bercumbu.
Perlu ikhwah pahami bahwa nabi shalallahu alaihi wasallam ketika mengajari para sahabat tata cara ibadah haji secara dzahir pada waktu yang bersamaan nabi mengajari para sahabat secara praktek pengagungan kepada Allah, keikhlasan , kepasrahan, rasa takut, berharap, kekhusuan,ketundukan hati dan amalan hati lainnya.
Nabi shalallahu alaihi wasallam ketika
▶ 🕋 melakukan Ihram di miqat yang merupakan permulaan syiar ibadah haji dan umrah, memberikan pilihan kepada sahabat nabi antara memilih haji tamattu yaitu berihram (niat masuk ibadah ) untuk melaksanakan umrah pada bulan2 haji dengan mengucapkan
لبيك اللهم عمرة
kemudian berihram (niat masuk ibadah) dengan haji pada tanggal 8 dzulhijjah, dengan mengucapkan
لبيك اللهم حجا
Atau memilih Haji Ifrad yaitu berihram (niat masuk ibadah) untuk haji saja dengan mengucapkan
لبيك اللهم حجا
Atau memilih haji Qiran yaitu berihram (niat masuk ibadah) untuk haji dan umrah sekaligus, dengan mengucapkan
لبيك اللهم حجا وعمرة.
Tentunya di sesuaikan dgn keadaan para sahabat pada waktu itu sebagaimana yang di jelaskan dalam hadits Jabir.
MAKNA KEIMANAN KETIKA IHRAM DI MIQAT
Sungguh Allāh Subhānahu wa Ta’āla menjadikan miqat makaani (tempat) bagaikan benteng bagi Haram dan Baitullãh Al-‘Atiq oleh karena itu bagi yang hendak melaksanakan ibadah haji berihram di miqat.
Ihram dari miqat ini merupakan salah satu manasik dan syiar haji dan umroh secara khusus.
Hakikatnya adalah: niat masuk dalam ibadah bukan memakai kain dan selendang ihram, adapun kain ihram adalah kekhususan dalam ibadah haji dan umrah yang tidak ada dalam ibadah lainnya, dan penentuan memakai kain ihram dalam ibadah haji ini memilik makna yang membekas dalam jiwa yaitu :
🔰 Mengingatkan pada waktu itu akan kain kafannya ketika meninggal, dan akan menghadap Allah pada hari kiamat dalam keadaan sendirian.
🌴Ibnu Qudamah -rahimahullah- berkata:
Diantara hikmah kain ihrom, mengingatkan sewaktu melepaskan pakaiannya yang berjahit akan dipakaikan kafan, dan bahwa dia akan bertemu kepada Rabbnya dengan pakaian yang menyelisihi pakaian ahlu dunia(Mukhtashar Minhaj Al-Qaasidin 54).
🔰 dan akan mencapai derajat yakin, Allāh Jalla wa ‘Ala memulai surat Al-Hajj dengan membicarakan tentang hari kiamat dan huru-hara hari kiamat:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ
Wahai manusia hendaklah bertaqwa kepada Rabb kalian, sesungguhnya goncangan hari Kiamat itu suatu yang sangat besar[Surat Al-Hajj 1]
▶ Barangkali rahasia diletakan ttg huru hara kiiamat dalam surat ahajj di ayat pertama karena antara haji dan hari kiamat ada keserupaan ditinjau dari sisi:
✅ Kematian dan kain kafan adalah permulaan kiamat setiap manusia, sedangkan Ihram dan memakai ihrom ( kain dan selendang ) adalah permulaan manasik haji.
▶Maka menghadirkan keterkaitan ini dalam hati akan menambah keimanan terhadap apa yang akan anda hadapi dari sakartul maut, kematian, nikmat kubur dan siksa kubur,
Dan akan menambah keimanan anda terhadap apa yang akan anda hadapi pada hari kiamat dan huru-haranya dari mulai kebangkitan dari kubur, timbangan, beterbangannya shuhuf, melewati shirot , dan setelah itu apakah anda akan masuk ke surga ataukah ke neraka.
Nas’alullăha Al’afiah.
🌴Rasūlullāh Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda: “Surga itu lebih dekat kepada salah seorang diantara kalian daripada tali sandalnya dan api neraka seperti itu juga” (HR, Bukhori).
Sehingga tatkala semakin kuat keimanan anda dengan apa yang terjadi setelah kematian menjadikan apa yang anda yakin dari perkara gaib seperti kenyataan.
▶ Keyakinan ini adalah amalan hati yang selayaknya seorang mukmin untuk berusaha merealisasikannya.
🌴Sufyan Al-Sauri -rahimahullah- berkata: "Kalau seandainya keyakinan menetap dalam hati sebagaimana sepantasnya pasti akan ada kegembiraan, kesedihan, dan kerinduan kepada surga atau rasa takut dari api neraka" (Hilyatu Auliya 7/17).
▶🕋 Lalu setelah ihram, kemudian anda BERTALBIYAH
Talbiyah ini menunjukkan ketauhidan Allah yang merupakan ruh haji, bahkan ruh semua ibadah dan tujuan dari semua ibadah.
🌴Jabir bin ‘Abdullah - semoga Allah meridhainya- berkata:
Maka Rosululloh shallallahu ‘alahi wasallam bertalbiyah dengan Tauhid:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ
“Labbaik Allãhumma labbaik. Labbaik lã syarĩka laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk lã syarĩka lak (Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu).”(HR, Muslim 1218).
Arti talbiyah
🌴Sebagaimana yang Ibnu Taymiyyah artikan: “Sesungguhnya kami memenuhi panggilanMu, pasrah kepada hikmahMu, taat kepada perintahMu, sekarang dan seterusnya kami diatas hal itu.” (Majmu’ Fataawa 26/115).
Jadi ikhwah fillãh…
Hakikat talbiyah
🌴sebagaimana yang Ibnu Taimiyah jelaskan:
Sebagai jawaban terhadap panggilan Allāh kepada mahlukNya tatkala Allāh menyuruh mereka untuk berhaji ke Baitullãh melalui lisan kholilNya Ibrohim
sampai Ibnu Taymiyyah - berkata:
Talbiyah itu merupakan syiar haji dan seutama-utamanya haji itu adalah Al’ajju wa Al- Tsajju,
Al’ajju adalah mengangkat suara dengan Talbiyah,
Al-Tsajju adalah mengalirkan darah sembelihan
Majmu fataawa 26/115-116).
Maka *MAKNA KEIMAMAN DALAM TAlBIYAH*adalah:
🔰 menanamkan keikhlasan
Nabi shalallahu alaihi wasallam bertalbiyah lalu berdoa kepada Rabbnya
اللهم حجة لا رياء فيها ولا سمعة، لبيك اللهم حجا و عمرة
“Ya Allāh kami melaksanakan ibadah haji bukan karena riya’ dan bukan karena sum’ah. Kami penuhi panggilanMu untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh.”
(HR, Ibnu Maajah 2890, dishahihkan Syekh Albani dalam shahih sunan ibnu maajah 2237).
Allah berfiman:
وأتموا الحج والعمرة لله
Hendaklah kalian menyempurnakan haji dan umrohnya karena Allāh.
(Qs, Al-Baqarah 196).
▶ Maka keIkhlasan karena Allah tatkala tertanam dalam jiwa anda, maka amalan anda akan diterima Allah, pahala akan anda dapatkan, amalan anda walaupun sedikit akan dilipat gandakan pahalanya, dosa besar anda terhapus dan anda akan masuk surga.
🔰 menanamkan kejujuran yaitu manakala anda menghadirkan arti talbiyah; memenuhi panggilan Allāh , pasrah kepada hikmahnya, taat kepada perintahNya, sekarang dan seterusnya dan berada diatas hal itu terus menerus, akan tertanam dalam jiwa kejujuran bersama Allāh dan hal ini merupakan amalan hati yang paling agung karena Iman pondasinya adalah kejujuran dan nifak pondasinya adalah kedustaan, maka tidak akan berkumpul kedustaan dan keimanan, dan nanti pada hari kiamat tidak akan selamat dari siksaNya kecuali orang-orang yang jujura, sebagaimana yang Allah Firmankan dalam Surat Al Maidah ayat 119 & Surat Az-Zumar ayat 33.
Ibnu Qudamah -rahimahullāh- berkata:
Apabila bertalbiyah maka hendaklah menghadirkan talbiyahnya sebagai jawaban terhadap panggilan Allāh
tatkala Allāh berfirman:
وأذن في الناس بالحج
Kumandangkanlah kepada manusia untuk melaksanakan ibadah haji
dan hendaklah dia mengharapkan kepada Allāh untuk diterima dan hendaklah dia khawatir talbiyahnya itu tidak diterima
(lihat: Mukhtashar Minhaj Alqaasidin 54).
💦 Coba anda renungkan
Salaf kita yang shalih , merasa takut talbiyah mereka tidak diterima Allah.
🌴‘Ali bin Husein dia berhaji. Maka tatkala ihrom dan telah tegak di atas kendaraaannya, wajahnya menguning dan gemetar,dia tidak mampu untuk bertalbiyah. Lalu ada yang bertanya, “Kenapa anda tidak bertalbiyah?” Maka jawabannya: “Aku khawatir jawaban yang akan dikatakan kepadaku, ‘Lā labbaika walā sa’daik’, (tidak , anda tidak diterima, anda tidak memenuhi panggilanKu).”
(lihat: Alqira liqaasidi ummulqura, karya Aththobari 178).
🌴Sebagian tabi’in berkata:
"berapa banyak orang yang ihrom mengucapkan ‘Labbaik Allāhhumma labbaik’, Allāh menjawabNya: “Lā labbaika walā sa’daik.”
tidak , anda tidak memenuhi panggilanKu”.
(Lihat: Lathooifu Al-maa’rif 264).
Oleh karena itu agar talbiyah anda diterima Allah, maka persiapkanlah diri anda dengan persiapan yang benar yaitu :
✅taubat yang jujur dari dosa-dosa yang nampak dan dosa-dosa yang tersembunyi, bekali diri anda dalam perjalanan haji anda ini dari harta yang halal dan talbiah anda tumbuh dari kejujuran dan dan keikhlasan, Maka dengan Izin Allah jawaban yang akan Allah jawab kepada anda adalah ‘Labbaika wasa’daik’, iya betul engkau telah memenuhi panggilanKu.
▶🕋Lalu Talbiah anda berhenti apabila anda hendak memulai THAWAF atau talbiyah anda berhenti ketika hendak melempar jumrah aqobah.
🌴Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam memulai mengelilingi baitullah ( thawaf) dari hajar aswad, kemudian menyalaminya dan ketika thawaf maka air mata nabi berlinang, karena terkumpul dalam THAWAF antara:
🔰 rasa cinta dan rindu kepada Allah sebagaimana yang
🌴Ibnu Qoyyim -rahimahullāh- jelaskan tentang penyadaran Ka'bah kepada Allah yang menyebabkan semua yang ada di alam Semesta ini merindukan ka'bah dan jiwa mereka tertarik untuk melihat dan mencintainya :
“Kalaulah tidak ada baginya kemuliaan kecuali penyandaran Kabah kepada Allāh dalam firman-Nya:
وطهر بيتي للطائفين
Sucikanlah rumah-Ku bagi orang-orang yang thawaf
Tentu cukuplah keutamaan dan kemuliaan ka'bah dengan penyandaran ini”(Badaai’u Al-Fawaaid 2/461).
▶Cinta ini merupakan kekhususan amalan hati, karena hati diciptakan untuk mencintai Allāh, dan cinta kepada Allāh ini akan bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. (Lihat: Majmu’ Fataawa 10/134). Begitu pula dalam pemandangan ka'bah ini mengandung kewibawaan yang menumbuhkan kekhusuan, ketundukan, kebutuhan hati dan hancur leburnya hati.
🌴Ditanya sebagian orang yang ‘Arif:
“ Apakah hati itu bersujud?”
Ia berkata: “Iya, bersujud yang tidak akan diangkat kepalanya sampai hari bertemu Allāh, Inilah sujudnya hati. Yang apabila sujud hati kepada Allāh, akan sujud bersamanya semua anggota badan. (Lihat: Madaariju Assaalikin 1/735).
Dan begitupula merasakan kedekatan dari Rabbnya yang mendorong untuk banyak berdzikir.
Sungguh Rasūlullāh bersabda: “Sesungguhnya dijadikan thawaf di baitullāh dan antara shafa dan marwah, melempar jamarōt untuk dalam rangka menegakkan dzikrullāh (mengingat Allah)”. (HR, Abu Daawud 1888, Tirmidzi 902, hasan shahih, dan ibnu khuzaimah mensahihkannya 2882,2970, Arnaut menhasankannya di jami’ Alusul 1505).
✏Dzikir ini meliputi:
❶ dzikir sanjungan dan pengagungan kepada Allāh.
❷ dan dzikir doa dan istighfar.
❶ Dzikir sanjungan memiliki 2 ruhani dan 1 adab.
↠ 2 ruhani dzikir sanjungan adalah:
① ketundukan.
② rasa takut.
↠ adabnya adalah tidak mengeraskan suara.
Maka seukuran dengan ketundukan dan rasa takut dalam hati yang berdzikir dan melaksanakan adabnya akan memberikan pengaruh kepadanya.
❷ Dzikir doa itu memiliki 1 ruh dan 1 adab.
↠ ruhnya adalah ketundukkan.
↠ adabnya adalah tidak mengeraskan suara.
Karena dengan mengeraskan suara dikhawatirkan Riya, maka seukuran dengan ketundukan dalam hati yang berdoa dan melaksanakan adabnya akan dikabulkan doanya.
▶ 🕋 Lalu setelah anda thowaf 7 putaran, lalu anda shalat 2 roka'at dibelakang makam Ibrahim, selanjutnya anda NAIK BUKIT SHOFA dan ketika naik shofa membaca
إن الصفا والمروة من شعائر الله
Lalu menghadap kiblat dg membaca
الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر لا إله إلا الله وحده لا شريك له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير، لا اله الا الله وحدة أنجز وحده ونصر عبده وهزم الأحزاب وحده
Di ulang 3× dan disela2 itu berdo'a kepada Allah sesuai dgn yg di inginkan, lalu berjalan menuju bukit Marwah sebagai putaran yang pertama, kemudian ketika dibukit Marwah berdzikir dan berdo'a sambil menghadap kiblat seperti di bukit Shofa bgitu seterusnya sampai putaran ke tujuh.
MAKNA KEIMANAN DALAM SYIAR SA'I ANTARA SHOFA DAN MARWAH*adalah mengajarkan hakikat tawakal dan penghambaan kepada Allah dalam jiwa anda; karena syiar sa'i ini ada hubungannya dengan *ketawakalan Ibu kita Hajar tatkala mencari air di lembah yang tidak ada tanaman dan tidak ada siapapun, sewaktu Nabi Ibrāhīm diuji oleh Allāh untuk membawa anak dan istrinya di lembah yaitu di kota Makkah yang tidak ada tanaman dan tidak ada siapapun, nabi tidak ragu-ragu sedikitpun dalam menjalankan perintah Allah meninggalkan istri dan anaknya dengan perbekalan yang seadanya dari air minum dan kurma,maka tatkala Ibrahim meninggalkan istri dan anaknya, coba anda renungkan ketika Hajar berulang-ulang memanggil Ibrāhīm “Kenapa anda meninggalkan kami?”
Ibrāhīm tidak menolehnya, dan tatkala Hajar bertanya: “Wahai Ibrāhīm, Apakah Allāh yang memerintahkan kami dengan ini?
Baru Ibrāhīm menjawab:
“Iya.”
Lalu Hajar Ummu Ismail berkata: "Jika demikian Allāh tidak akan menyia-nyiakan kami.”
🌴Inilah yang menunjukkan kejujuran, ketawakalan dan kepasrahan hati Hajar kepada Sang Penciptanya, dan inilah
hakikat PENGHAMBAAN kepada Allah.
Lalu ketika Haajar melihat anaknya kehausan pergi naik ke bukit shofa tengok kanan dan kiri barangkali ada orang disekitarnya lalu turun dan berlari naik ke bukit Marwah bolak balik 7 putaran sehingga Allah memberikan kemudahan dg munculnya air ditempat diletakan anaknya.
🌴Ibnu Qoyyim rahimahullāh berkata:
“Bahwasanya kebutuhan kepada Allāh itu merupakan hakikat penghambaan dan inti penghambaan.”(Madaarij Assaalikin 3/286).,.
🌴 Yaitu :
👉 selalu butuh kepada Allāh dalam setiap keadaan, kebutuhan secara sempurna kepada Allāh dalam segala sisi. (Lihat: Madaarij Assaalikin 3/288). Artinya tidak menyandarkan atau mentergantungkan sesuatupun dari dunia atau keluarganya sampai kepada dirinya sendiri.
▶🕋 Setelah anda sa'i, maka jika anda memilih manasik haji tamattu berarti anda setelah sa',i bertahallul, dan jika anda
memilih manasik haji ifrad atau memilih haji qiran, maka anda tetap dalam keadaan ihram sampai anda melempar jumroh aqabah pada tgl 10 Dzulhijjah.
Jadi bagi anda yang haji tamattu setelah selesai sa'i adalah TAHALLUL yaitu mencukur gundul atau mencukur pendek rambut secara merata, dan bagi wanita memotong rambut seukuran ruas jari dari semua ujung lalu setelah tahallul maka segala yang mesti dijauhi ketika sedang ihram itu di perbolehkan.
Maka MAKNA KEIMANAN DALAM SYI'AR TAHALLUL adalah
✅ penghambaan, ketundukan dan kehina dinaan hanya kepada Allāh, karena membiarkan kepalanya untuk dipegang-pegang oleh tukang cukur.
✅ Kelapang dadanya, ketenangan hatinya, kegembiraan jiwanya karena mendapatkan do’a dari nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam yaitu:
⚀ Bagi yang mencukur gundul 3 kali dido’akan untuk mendapatkan rahmat dan ampunan.
⚀ Sedangkan bagi yang mencukur pendek, 1 kali dido’akan saja.
Sehingga dengan melaksanakan syi'ar tahallul ini tertanam dalam jiwa anda untuk mendahulukan apa yang diinginkan Allah dari pada yang disenangi oleh jiwa anda.
⏩ 🕋 Selanjutnya setelah anda tahallul, maka segala yang dilarang sewaktu ihram menjadi boleh, dan anda bisa bersenang-senang sampai anda ihram yang merupakan SYI'AR HAJI YANG PERTAMA, PADA TANGGAL 8 DZULHIJJAH YANG DINAMAI HARI TARWIAH
Hari tarwiah adalah hari pertama pelaksanaan ibadah haji pada tanggal 8 Dzulhijjah.
Dinamai Hari Tarwiah; karena manusia dulu sebelum keluar dari Makkah, mereka mempersiapkan air untuk di Mina dan juga untuk di ‘Arofah, karena dulu tidak ada air di Mina dan tidak ada air di ‘Arofah. Mereka membekali air yang cukup untuk bekal mereka di hari-hari di Mina dan di ‘Arofah. (Lihat: Haasyiat Arraudatu Almurbi’ 4/126).
Maka yang anda lakukan pada *hari tarwiah ( tgl 8 dzulhijjah )*adalah:
🔰❶ berihrom di waktu dhuha di tempatnya,lalu menjaga larangan-larangan ihrom, dan dalam menjaga larangan ihram ini pengaruhnya sangat membekas dalam hati yang sedang ihram haji yaitu selalu merasa diawasi Allah yang akan menyampaikan kepada derajat Ihsan.
🔰❷ Berangkat menuju Mina dan shalat dhuhur, ashar, magrib, isya dan sholat fajr pada waktunya dan yang 4 rokaat di qosor tanpa di jama'
🔰❸ talbiyah: takbir, dzikir, istigfar, baca Al-Qurān, dan dalam hal ini sebagai persiapan hati, maka seukuran persiapan hati pada hari tarwiah akan mendapatkan buahnya di hari ‘Arofah, dan yang tidak mempersiapkan hatinya pada hari tarwiah, barangkali susah untuk mengisi hatinya pada hari ‘Arofah, Wallahu musta'an.
⏩🕋Lalu berangkat ke 'Arafah setelah terbit matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah untuk melakukan WUKUF DI 'ARAFAH
Hari ‘Arofah ini adalah hari yang paling agung dan paling mulia.
Sungguh Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam menjelaskan tentang keutamaan hari ini:
الْحَجُّ عَرَفَةُ
“Haji itu adalah ‘Arofah.”(HR, Attirmidzi 889, dishahihkan Syekh Albani dalam shahih sunan attirmidzi 705).
Maka MAKNA KEIMANAN DALAM PONOMENA WUKUF DI 'ARAFAH adalah
mengingatkan adanya kemiripan dengan hari kiamat, karena di hari ‘Arofah semua jama’ah haji berkumpul di satu tempat dalam keadaan menangis dan tunduk hati mereka antara hawatir dan harapan; hawatir tidak diterima hajinya karena sebab dosa dan maksiat dan berharap keluasan rahmat Allāh.
Fenomena yang agung ini mengingatkan kita pada hari kiamat dikumpulkan semua ummat menunggu keputusan Allah, apakah nanti pada hari kiamat amalannya diterima dan dosanya diampuni ataukah amalannya di tolak dan disiksa dengan sebab dosa-dosanya?.
🌴Ibnu Qudamah -rahimahullāh- berkata:
“Adapun wukuf di ‘Arofah, mengingatkan apa yang anda lihat pada hari 'arofah dari berdesak- desakkannya manusia, suara yang terangkat berbeda-beda bahasanya, sewaktu menunggu keputusan Allah pada hari kiamat, dimana berkumpul semua umat di tempat itu dan meminta Syafa’at”.(Muhktashar Minhaj Al-Qaasidin 54).
🌴kemiripan hari ‘Arofah dengan hari kiamat yang paling nampak adalah
▶ pada hari ‘Arafah yang agung ini semua jama'ah haji sibuk dengan dirinya dan menghadap kepada Rabbnya dengan penuh khusu, menangis, bermunajat kepada Rabnya walaupun manusia disekelilingnya banyak namun seolah-olah tidak ada seorangpun di sana, dan semua orang memikirkan keselamatan dirinya, apakah masuk surga ataukah masuk neraka?
Walaupun ada sisi perbedaan antara hari kiamat dan hari ‘Arofah;
▶ pada hari kiamat Allah datang untuk memutuskan dan mengperhitungkan untuk membalas yang baik atas kebaikannya, dan yang buruk atas keburukannya, adapun Wukuf pada hari ‘Arofah, maka Allāh akan mendekat dari hamba-Nya di sore Arofah dengan kedekatan yang layak dengan Keagungan-Nya; untuk mengampuni dosa mereka, mengabulkan doa mereka, membebaskan mereka dari api neraka, dan Allāh berbangga kepada malaikat kepada mereka yang wukuf di 'Arafah .
🌴Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Tidaklah satu hari yang paling banyak hamba Allah dibebaskan oleh Allah dari api neraka daripada hari ‘Arofah, Allāh betul-betul mendekat kemudian bangga dengan mereka kepada Malaikat. Lalu Allāh berfirman: “Apa yang mereka inginkan”(HR, Muslim 1348 ).
🌴Ibnu Taymiyyah berkata bahwasanya kedekatan in adalah kedekatan secara khusus.(Lihat:Majmu fataawa 5/240).
🌴 Ibnu Mubarok berkata: “Aku datang kepada Sofyan At-Tsauri di sore hari ‘Arofah, dia dalam keadaan bertekuk lutut dan melinangkan air mata, dia menoleh kepadaku lalu aku bertanya kepadanya:
" Siapa yang paling jelek pada perkumpulan ini?
Ia menjawab:
“yang menyangka bahwasanya Allāh tidak akan mengampuni mereka.”
🌴Diriwayatkan dari Fudhail, bahwasanya ia mendengar isak tangis manusia di sore ‘Arofah. Ia berkata:
Apa pendapat kamu jika mereka alihkan meminta kepada seseorang seperenam dirham, apakah seseorang itu akan menolak mereka?”
Mereka menjawab:
“ Tidak.”
Kemudian Fudhail berkata:
“ Demi Allāh, ampunan di sisi Allāh lebih ringan daripada mengkabulkannya seseorang kepada mereka satuperenam dirham.(Lathaif Al-Ma’aarif 312).
🌴Ibnu Taymiyyah -rahimahullāh- berkata:
“ Maka yang berdoa dan yang bersujud mengarahkan ruhnya kepada Allāh. Maka ruh mendekat dari Allāh sesuai dengan kemurniannya dari dosa2 yang menodai ruh..(lihat: Majmu fataawa 5/241).
Saudaraku
▶Disunnahkan pada hari wukuf di Arafah menjama' taqdim yaitu shalat Dzuhur 2 roka'at dan ashar 2 roka'at dilaksanakan pada waktu Dzuhur, dalam rangka memberi kesempatan bagi yang wukuf untuk memperbanyak dzikir dan berdoa pada hari yang agung ini sampai terbenam matahari.
👉Ingat berdoa dan berdzikir ini mesti menghadirkan ruhnya yaitu ketundukan kepada Allah, karena berdzikir dan berdoa tanpa ruh tidak akan diterima.
Allāhul Musta’an.
Sungguh Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam banyak tunduk kepada Allāh dalam bermunajat, berdzikir dan berdoa, dan diantaranya adalah ketundukan nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam adalah pada hari ‘Arofah, dan seutama-utama berdzikir dan meminta kepada Allāh adalah ketundukan kepada-Nya.
🌴Imam Al-Auja’i berkata:
“ Ketundukan kepada Allāh merupakan ibadah hati yang memberikan pengaruh kepada anggota badan”(Majmu Rasaail Ibnu Rajab Al-Hanbali 1/307).
⏩🕋 Setelah terbenam matahari pada hari 'Arafah, lalu anda berangkat menuju mudzalifah untuk BERMALAM DI MUZDALIFAH
Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam berangkat ke Muzdalifah setelah terbenam matahari dalam rangka menyelisihi orang musyrikin pada zaman dahulu yang berangkat ke muzdalifah sebelum terbenam matahari.
Kemudian yang anda lakukan setibanya
di Muzdalifah (malam 10 dzulhijjah) adalah
✅ menjama' takhir yaitu sholat magrib 3 raka’at dan sholat ‘Isya 2 raka’at di waktu ‘Isya, lalu anda mabit (bermalam) sampai Fajar, lalu setelah sholat Fajar; berdzikir, bertakbir, bertahmid, berdo'a sampai matahari menguning, lalu sebelum terbit matahari pada tanggal 10 dzulhijjah ( hari nahr) berangkat menuju mina dalam rangka menyelisihi orang musyrikin yang berjalan ke mina setelah terbit matahari
Maka MAKNA KEIMANAN DALAM MENYELISIHI ORANG MUSYRIKIN adalah
🔰◆ Menanamkan Aqidah wala ( loyal kepada orang beriman ) dan bara' ( benci kepada orang kafir ), karena kita mesti ada kepribadian yang istimewaan
🌴Sungguh para Sahabat nabi meninggalkan masa lalunya seolah-olah menjadi mahluk yang baru walaupun mereka hidup dilingkungan jahiliyah, akan tetapi mereka memiliki kepribadian yang istimewa dalam hal aqidah, ibadah, muamalah dan seluruh kehidupan mereka dalam rangka meniru, dan meneladani nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam, bahkan bukan hanya sampai di situ, merekapun membenci setiap berhala jahiliyah, keyakinan-keyakinan jahiliyah dan kebiasaan-kebiasaan jahiliyah, sampai kepada keluarganya yang berada dalam kesyirikan, seolah-olah lisan perbuatan mereka berkata:
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
“Bagimu adalah agamamu dan bagiku adalah agamaku.”
[Surat Al-Kāfirūn 6].
⏩ 🕋 Lalu setelah anda sampai di mina pada hari nahr (10 dzulhijjah), maka yang anda lakukan adalah :
🔰 PERTAMA: MELEMPAR JAMRŌTUL 'AQABAH
🌴Asal disyariatkan melempar jumroh ini ada hubungannya dengan kisab Nabi Ibrāhīm tatkala diuji Allāh, Nabi ibrahim mimpi menyembelih anaknya dan mimpi nabi itu adalah benar.
Lalu Ibrahim minta pandangan kepada anaknya yang dicintainya sebagaimana dalam firman Allah:
فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ * فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata_:
“Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!"
Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. [Surat As-Saaffat 101 – 102]
lalu Ibrahim membawa anaknya untuk disembelih di Jumrōtul ‘Aqobah, dan pada waktu itu setan menggoda Nabi Ibrāhīm.
Maka tujuan dari SYIAR HAJI MELEMPAR JUMRŌTUL'AQABAH adalah keta'atan kepada Allah dan mengingatkan permusuhan syaithon yang selalu terus menerus berusaha menyesatkan anak Adam.
🔰 kedua: menyembelih hadyu
Dalam SYI'AR HAJI MENYEMBELIH HADYU bagi yang mengambil haji tamattu dan qiron adalah
ibadah harta yang paling agung dalam rangka bersyukur kpd Allah, mengagungkan Allāh, Ikhlas karena Allāh, kegembiraan dan kesenangan ketika anda melaksanakannya dalam rangka mendekatkan diri anda kepada Allāh dan cinta kepada Allāh karena dalam menyembelih hadyu dan qurban adalah mementingkan apa yang dicintai Allāh dalam melaksanakan ibadah yang agung ini daripada mencintai harta.
🔰 ketiga: mencukur gundul atau mencukur pendek.
SYIAR HAJI MENCUKUR GUNDUL ATAU MENCUKUR PENDEK bagi laki-laki termasuk kewajiban haji, adapun kewajiban haji bagi wanita adalah memotong rambut seukuran ruas jari dari semua ujung.
🔰 keempat: thowaf ifadhoh.
SYIAR HAJI THOWAF IFADHOH bisa diakhirkan pada hari tasyrik, namun yang perlu anda ingat dalam pelaksanaan THOWAF IFADHOH ini agar anda memperbaharui kerinduan dan kecintaan kepada Allah,karena
Thowaf dalam ibadah haji ada 3 Thowaf:
⑴ thowaf qudum yang merupakan sunnah
⑵ thowaf ifadhoh yang merupakan rukun haji.
⑶ thowaf wada’ yang merupakan kewajiban haji (ketika jama’ah haji meninggalkan makkah), maka tabiat manusia biasanya apabila pertama kali melakukan thawaf ada kerinduan dan manisnya dalam melakukan ibadah, akan tetapi apabila mengulanginya lagi kadang kerinduan itu bisa menghilang.
Maka apabila anda pada hari NAHR telah melakukan dua syiar haji dari tiga syiar haji yaitu :
1⃣ melempar Jamrōtul'Aqabah.
2⃣ dan mencukur gundul/memendekkan rambut,
✅ atau anda telah melakukan:
1⃣ thowaf ifadhah
2⃣ dan mencukur gundul/memendekkan rambut berarti anda telah tahallul awal
🔰dan apabila anda melakukan pada hari nahr:
1⃣ melempar Jumrōtul'Aqabah.
2⃣ dan mencukur gundul/memendekkan rambut
3⃣ THAWAF Ifadah berarti anda telah tahallul Tsani
⏩ 🕋 Lalu setelah anda tahallul awal / tahallul tsani ada sisa amalan haji yang mesti anda lakukan pada HARI TASYRIQ ( 11, 12, 13 DZULHIJJAH)
Maka pada malam 11 dzulhijjah adalah
✅ Mabit di Mina
✅ Sholat pada waktunya dengan mengqashar yang 4 roka’at menjadi 2 roka'at tanpa menjama’
✅ Dan hendaklah anda memperbanyak takbir dan tahmid.
Maka pada siang hari 11 Dzulhijjah adalah:
✅melempar 3 Jamarōt setelah tergelincir matahari, yaitu jamroh sugro 7 butir kerikil, jamrah wustho 7 butir kerikil, dan jamrah kubro 7 butir kerikil, dan begitupula seterusnya yang anda lakukan pada tanggal 12 dan tanggal 13 dzulhijjah
🔰Hanya tidak mengapa meninggalkan mina pada tanggal 12 sebelum terbenam matahari dan hal Ini dinamakan nafar awwal.
Dan tentunya yang paling utama adalah sampai tanggal 13 dzulhijjah yang di namakan dgn Nafar Tsani.
⏩ 🕋 Kemudian setelah selesai amalan pada hari-hari tasyrik , maka bagi anda yang datang dari luar kota Makkah, ada amalan yang terakhir yang wajib anda lakukan yaitu THOWAF WADA' ( thawaf perpisahan ), yang merupakan kewajiban diantara kewajiban haji.
🌴Ibnu Abbas radhiyallāhu ‘anhu berkata:
“Diperintahkan manusia untuk melakukan akhir pekerjaan mereka itu thawaf di baitullāh.”
Maka thawaf wada’ ini memiliki makna yang membekas dalam hati jamaah haji:
🔰⊙ PERTAMA
Kecintaan dan kerinduan karena thawaf wada’ telah menutupi rasa dahaga orang-orang yang rindu, dimana thawaf ini merupakan akhir amalan haji.
🔰⊙ KEDUA
akan ada rasa takut karena mengingat haq Allāh, mengingat akan kekurangan dalam pelaksanaan haji, sehingga mendorong anda untuk bertaubat, minta ampun, tunduk dan hancur leburnya hati.
🔰⊙ KETIGA
ada rasa harap kepada Allāh karena Allāh telah memuliakan anda dan mengizinkan anda untuk bermunajat di tempat yang suci, begitupula ada harapan dalam hati anda untuk di terima dikarenakan anda sebagai tamu Allāh.
🔰⊙ KEEMPAT
ada rasa malu kepada Allāh, karena Allāh telah memuliakan anda untuk dijamu sebagai undangannya, padahal anda bermaksiat kepada Allāh, kurang dalam menta’ati Allāh di sisi rumahnya, sehingga rasa malu tersebut mendorong anda untuk memperbanyak memohon ampunan kepada Allāh Yang Maha Pengampun.
Penutup
Saudaraku
Perlu diketahui oleh Ikhwah sekalian setelah anda selesai melaksanakan ibadah haji:
✅ hendaklah istiqomah di dalam kehidupan, karena istiqomah dalam kehidupan itu merupakan tuntutan syariat.
Dan yang dimaksud dengan istiqomah itu adalah:
◆ Tidak berlebih-lebihan dan tidak mengurangi, sabar dan tetap tegar diatas agama.
Hal yang demikian itu dengan 2 perkara:
✅ 1) Melaksanakan perintah Allāh dan perintah Rosūl-Nya secara dhohir dan bathin dengan tidak berlebihan dan tidak mengurangi.
✅ 2) Ketegaran diatas hal itu sampai meningggal.
Demikian catatan tentang pelaksanaan haji & pemaknaannya.
Semoga dengan ilmu ini bisa memberikan manfaat kepada anda, menjadikan bekal dalam perjalanan anda yang sedang melaksanakan ibadah haji yang bisa mengubah kondisi keimanan anda ke arah kehidupan keimanan yang lebih baik, dan Allāh mengampuni dosa-dosa anda dan memasukan anda ke dalam surga-Nya. Aamiin.
⛱ By: Ustadz Nuruddin Abu Faynan
Ibadah haji kedudukannya sangat tinggi, inti dan tujuan disyariatkan ibadah haji adalah untuk mentauhidkan Allah dan mengingat Allah.
Mendalami ilmu ttg ibadah haji sebelum berangkat ibadah haji merupakan tuntutan syari'at.
Apabila anda ibadah haji mengikuti apa yang di ajarkan oleh nabi shallahu'alaihi wasallam baik secara dzhir dan bathin maka ibadah haji anda dengan izin Allah akan diterim yang balasannya adalah surga.
Manakala anda menghadirkan amalan hati dalam setiap syiar di antara syiar-syiar haji maka akan mendorong anda untuk menyempurnakan
▶ amalan yang zhahir, yang meliputi rukun haji, kewajiban haji dan Sunnah haji dan menjauhi larangan-larangan ihram.
🕋 rukun haji yaitu:
1- ihram,
2- wukuf di 'arafah ,
3- thawaf Ifadah,
4- sa'i haji.
🕋 *kewajiban haji*yaitu:
1- ihram dari miqat,
2- wukuf di Arafah sampai terbenam matahari,
3- bermalam di Muzdalifah pada malam 10 Dzulhijah,
4- bermalam pada malam-malam tasyriq di mina,
5- melempar jamarat ,
6- mencukur gundul atau memendekkan rambut secara merata,
🕋 Sunnah haji adalah sisa manasik lainnya seperti thowaf qudum, berlari-lari ditiga putaran pertama thowaf, idztiba, talbiyah sampai pertama kali melempar pada waktu haji dan talbiyah sampai mulai thowaf pada waktu umrah.
🕋 Larangan-larangan ihram adalah
1- mencukur rambut
2- memotong kuku
3- memakai yang berjahit bagi laki-laki
4-menutup kepala bagi laki-laki
5-memakai minyak wangi bagi laki-laki dan wanita
6- memburu hewan buruan
7- jima'
8- akad nikah
9- bercumbu.
Perlu ikhwah pahami bahwa nabi shalallahu alaihi wasallam ketika mengajari para sahabat tata cara ibadah haji secara dzahir pada waktu yang bersamaan nabi mengajari para sahabat secara praktek pengagungan kepada Allah, keikhlasan , kepasrahan, rasa takut, berharap, kekhusuan,ketundukan hati dan amalan hati lainnya.
Nabi shalallahu alaihi wasallam ketika
▶ 🕋 melakukan Ihram di miqat yang merupakan permulaan syiar ibadah haji dan umrah, memberikan pilihan kepada sahabat nabi antara memilih haji tamattu yaitu berihram (niat masuk ibadah ) untuk melaksanakan umrah pada bulan2 haji dengan mengucapkan
لبيك اللهم عمرة
kemudian berihram (niat masuk ibadah) dengan haji pada tanggal 8 dzulhijjah, dengan mengucapkan
لبيك اللهم حجا
Atau memilih Haji Ifrad yaitu berihram (niat masuk ibadah) untuk haji saja dengan mengucapkan
لبيك اللهم حجا
Atau memilih haji Qiran yaitu berihram (niat masuk ibadah) untuk haji dan umrah sekaligus, dengan mengucapkan
لبيك اللهم حجا وعمرة.
Tentunya di sesuaikan dgn keadaan para sahabat pada waktu itu sebagaimana yang di jelaskan dalam hadits Jabir.
MAKNA KEIMANAN KETIKA IHRAM DI MIQAT
Sungguh Allāh Subhānahu wa Ta’āla menjadikan miqat makaani (tempat) bagaikan benteng bagi Haram dan Baitullãh Al-‘Atiq oleh karena itu bagi yang hendak melaksanakan ibadah haji berihram di miqat.
Ihram dari miqat ini merupakan salah satu manasik dan syiar haji dan umroh secara khusus.
Hakikatnya adalah: niat masuk dalam ibadah bukan memakai kain dan selendang ihram, adapun kain ihram adalah kekhususan dalam ibadah haji dan umrah yang tidak ada dalam ibadah lainnya, dan penentuan memakai kain ihram dalam ibadah haji ini memilik makna yang membekas dalam jiwa yaitu :
🔰 Mengingatkan pada waktu itu akan kain kafannya ketika meninggal, dan akan menghadap Allah pada hari kiamat dalam keadaan sendirian.
🌴Ibnu Qudamah -rahimahullah- berkata:
Diantara hikmah kain ihrom, mengingatkan sewaktu melepaskan pakaiannya yang berjahit akan dipakaikan kafan, dan bahwa dia akan bertemu kepada Rabbnya dengan pakaian yang menyelisihi pakaian ahlu dunia(Mukhtashar Minhaj Al-Qaasidin 54).
🔰 dan akan mencapai derajat yakin, Allāh Jalla wa ‘Ala memulai surat Al-Hajj dengan membicarakan tentang hari kiamat dan huru-hara hari kiamat:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ
Wahai manusia hendaklah bertaqwa kepada Rabb kalian, sesungguhnya goncangan hari Kiamat itu suatu yang sangat besar[Surat Al-Hajj 1]
▶ Barangkali rahasia diletakan ttg huru hara kiiamat dalam surat ahajj di ayat pertama karena antara haji dan hari kiamat ada keserupaan ditinjau dari sisi:
✅ Kematian dan kain kafan adalah permulaan kiamat setiap manusia, sedangkan Ihram dan memakai ihrom ( kain dan selendang ) adalah permulaan manasik haji.
▶Maka menghadirkan keterkaitan ini dalam hati akan menambah keimanan terhadap apa yang akan anda hadapi dari sakartul maut, kematian, nikmat kubur dan siksa kubur,
Dan akan menambah keimanan anda terhadap apa yang akan anda hadapi pada hari kiamat dan huru-haranya dari mulai kebangkitan dari kubur, timbangan, beterbangannya shuhuf, melewati shirot , dan setelah itu apakah anda akan masuk ke surga ataukah ke neraka.
Nas’alullăha Al’afiah.
🌴Rasūlullāh Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda: “Surga itu lebih dekat kepada salah seorang diantara kalian daripada tali sandalnya dan api neraka seperti itu juga” (HR, Bukhori).
Sehingga tatkala semakin kuat keimanan anda dengan apa yang terjadi setelah kematian menjadikan apa yang anda yakin dari perkara gaib seperti kenyataan.
▶ Keyakinan ini adalah amalan hati yang selayaknya seorang mukmin untuk berusaha merealisasikannya.
🌴Sufyan Al-Sauri -rahimahullah- berkata: "Kalau seandainya keyakinan menetap dalam hati sebagaimana sepantasnya pasti akan ada kegembiraan, kesedihan, dan kerinduan kepada surga atau rasa takut dari api neraka" (Hilyatu Auliya 7/17).
▶🕋 Lalu setelah ihram, kemudian anda BERTALBIYAH
Talbiyah ini menunjukkan ketauhidan Allah yang merupakan ruh haji, bahkan ruh semua ibadah dan tujuan dari semua ibadah.
🌴Jabir bin ‘Abdullah - semoga Allah meridhainya- berkata:
Maka Rosululloh shallallahu ‘alahi wasallam bertalbiyah dengan Tauhid:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ
“Labbaik Allãhumma labbaik. Labbaik lã syarĩka laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk lã syarĩka lak (Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu).”(HR, Muslim 1218).
Arti talbiyah
🌴Sebagaimana yang Ibnu Taymiyyah artikan: “Sesungguhnya kami memenuhi panggilanMu, pasrah kepada hikmahMu, taat kepada perintahMu, sekarang dan seterusnya kami diatas hal itu.” (Majmu’ Fataawa 26/115).
Jadi ikhwah fillãh…
Hakikat talbiyah
🌴sebagaimana yang Ibnu Taimiyah jelaskan:
Sebagai jawaban terhadap panggilan Allāh kepada mahlukNya tatkala Allāh menyuruh mereka untuk berhaji ke Baitullãh melalui lisan kholilNya Ibrohim
sampai Ibnu Taymiyyah - berkata:
Talbiyah itu merupakan syiar haji dan seutama-utamanya haji itu adalah Al’ajju wa Al- Tsajju,
Al’ajju adalah mengangkat suara dengan Talbiyah,
Al-Tsajju adalah mengalirkan darah sembelihan
Majmu fataawa 26/115-116).
Maka *MAKNA KEIMAMAN DALAM TAlBIYAH*adalah:
🔰 menanamkan keikhlasan
Nabi shalallahu alaihi wasallam bertalbiyah lalu berdoa kepada Rabbnya
اللهم حجة لا رياء فيها ولا سمعة، لبيك اللهم حجا و عمرة
“Ya Allāh kami melaksanakan ibadah haji bukan karena riya’ dan bukan karena sum’ah. Kami penuhi panggilanMu untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh.”
(HR, Ibnu Maajah 2890, dishahihkan Syekh Albani dalam shahih sunan ibnu maajah 2237).
Allah berfiman:
وأتموا الحج والعمرة لله
Hendaklah kalian menyempurnakan haji dan umrohnya karena Allāh.
(Qs, Al-Baqarah 196).
▶ Maka keIkhlasan karena Allah tatkala tertanam dalam jiwa anda, maka amalan anda akan diterima Allah, pahala akan anda dapatkan, amalan anda walaupun sedikit akan dilipat gandakan pahalanya, dosa besar anda terhapus dan anda akan masuk surga.
🔰 menanamkan kejujuran yaitu manakala anda menghadirkan arti talbiyah; memenuhi panggilan Allāh , pasrah kepada hikmahnya, taat kepada perintahNya, sekarang dan seterusnya dan berada diatas hal itu terus menerus, akan tertanam dalam jiwa kejujuran bersama Allāh dan hal ini merupakan amalan hati yang paling agung karena Iman pondasinya adalah kejujuran dan nifak pondasinya adalah kedustaan, maka tidak akan berkumpul kedustaan dan keimanan, dan nanti pada hari kiamat tidak akan selamat dari siksaNya kecuali orang-orang yang jujura, sebagaimana yang Allah Firmankan dalam Surat Al Maidah ayat 119 & Surat Az-Zumar ayat 33.
Ibnu Qudamah -rahimahullāh- berkata:
Apabila bertalbiyah maka hendaklah menghadirkan talbiyahnya sebagai jawaban terhadap panggilan Allāh
tatkala Allāh berfirman:
وأذن في الناس بالحج
Kumandangkanlah kepada manusia untuk melaksanakan ibadah haji
dan hendaklah dia mengharapkan kepada Allāh untuk diterima dan hendaklah dia khawatir talbiyahnya itu tidak diterima
(lihat: Mukhtashar Minhaj Alqaasidin 54).
💦 Coba anda renungkan
Salaf kita yang shalih , merasa takut talbiyah mereka tidak diterima Allah.
🌴‘Ali bin Husein dia berhaji. Maka tatkala ihrom dan telah tegak di atas kendaraaannya, wajahnya menguning dan gemetar,dia tidak mampu untuk bertalbiyah. Lalu ada yang bertanya, “Kenapa anda tidak bertalbiyah?” Maka jawabannya: “Aku khawatir jawaban yang akan dikatakan kepadaku, ‘Lā labbaika walā sa’daik’, (tidak , anda tidak diterima, anda tidak memenuhi panggilanKu).”
(lihat: Alqira liqaasidi ummulqura, karya Aththobari 178).
🌴Sebagian tabi’in berkata:
"berapa banyak orang yang ihrom mengucapkan ‘Labbaik Allāhhumma labbaik’, Allāh menjawabNya: “Lā labbaika walā sa’daik.”
tidak , anda tidak memenuhi panggilanKu”.
(Lihat: Lathooifu Al-maa’rif 264).
Oleh karena itu agar talbiyah anda diterima Allah, maka persiapkanlah diri anda dengan persiapan yang benar yaitu :
✅taubat yang jujur dari dosa-dosa yang nampak dan dosa-dosa yang tersembunyi, bekali diri anda dalam perjalanan haji anda ini dari harta yang halal dan talbiah anda tumbuh dari kejujuran dan dan keikhlasan, Maka dengan Izin Allah jawaban yang akan Allah jawab kepada anda adalah ‘Labbaika wasa’daik’, iya betul engkau telah memenuhi panggilanKu.
▶🕋Lalu Talbiah anda berhenti apabila anda hendak memulai THAWAF atau talbiyah anda berhenti ketika hendak melempar jumrah aqobah.
🌴Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam memulai mengelilingi baitullah ( thawaf) dari hajar aswad, kemudian menyalaminya dan ketika thawaf maka air mata nabi berlinang, karena terkumpul dalam THAWAF antara:
🔰 rasa cinta dan rindu kepada Allah sebagaimana yang
🌴Ibnu Qoyyim -rahimahullāh- jelaskan tentang penyadaran Ka'bah kepada Allah yang menyebabkan semua yang ada di alam Semesta ini merindukan ka'bah dan jiwa mereka tertarik untuk melihat dan mencintainya :
“Kalaulah tidak ada baginya kemuliaan kecuali penyandaran Kabah kepada Allāh dalam firman-Nya:
وطهر بيتي للطائفين
Sucikanlah rumah-Ku bagi orang-orang yang thawaf
Tentu cukuplah keutamaan dan kemuliaan ka'bah dengan penyandaran ini”(Badaai’u Al-Fawaaid 2/461).
▶Cinta ini merupakan kekhususan amalan hati, karena hati diciptakan untuk mencintai Allāh, dan cinta kepada Allāh ini akan bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. (Lihat: Majmu’ Fataawa 10/134). Begitu pula dalam pemandangan ka'bah ini mengandung kewibawaan yang menumbuhkan kekhusuan, ketundukan, kebutuhan hati dan hancur leburnya hati.
🌴Ditanya sebagian orang yang ‘Arif:
“ Apakah hati itu bersujud?”
Ia berkata: “Iya, bersujud yang tidak akan diangkat kepalanya sampai hari bertemu Allāh, Inilah sujudnya hati. Yang apabila sujud hati kepada Allāh, akan sujud bersamanya semua anggota badan. (Lihat: Madaariju Assaalikin 1/735).
Dan begitupula merasakan kedekatan dari Rabbnya yang mendorong untuk banyak berdzikir.
Sungguh Rasūlullāh bersabda: “Sesungguhnya dijadikan thawaf di baitullāh dan antara shafa dan marwah, melempar jamarōt untuk dalam rangka menegakkan dzikrullāh (mengingat Allah)”. (HR, Abu Daawud 1888, Tirmidzi 902, hasan shahih, dan ibnu khuzaimah mensahihkannya 2882,2970, Arnaut menhasankannya di jami’ Alusul 1505).
✏Dzikir ini meliputi:
❶ dzikir sanjungan dan pengagungan kepada Allāh.
❷ dan dzikir doa dan istighfar.
❶ Dzikir sanjungan memiliki 2 ruhani dan 1 adab.
↠ 2 ruhani dzikir sanjungan adalah:
① ketundukan.
② rasa takut.
↠ adabnya adalah tidak mengeraskan suara.
Maka seukuran dengan ketundukan dan rasa takut dalam hati yang berdzikir dan melaksanakan adabnya akan memberikan pengaruh kepadanya.
❷ Dzikir doa itu memiliki 1 ruh dan 1 adab.
↠ ruhnya adalah ketundukkan.
↠ adabnya adalah tidak mengeraskan suara.
Karena dengan mengeraskan suara dikhawatirkan Riya, maka seukuran dengan ketundukan dalam hati yang berdoa dan melaksanakan adabnya akan dikabulkan doanya.
▶ 🕋 Lalu setelah anda thowaf 7 putaran, lalu anda shalat 2 roka'at dibelakang makam Ibrahim, selanjutnya anda NAIK BUKIT SHOFA dan ketika naik shofa membaca
إن الصفا والمروة من شعائر الله
Lalu menghadap kiblat dg membaca
الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر لا إله إلا الله وحده لا شريك له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير، لا اله الا الله وحدة أنجز وحده ونصر عبده وهزم الأحزاب وحده
Di ulang 3× dan disela2 itu berdo'a kepada Allah sesuai dgn yg di inginkan, lalu berjalan menuju bukit Marwah sebagai putaran yang pertama, kemudian ketika dibukit Marwah berdzikir dan berdo'a sambil menghadap kiblat seperti di bukit Shofa bgitu seterusnya sampai putaran ke tujuh.
MAKNA KEIMANAN DALAM SYIAR SA'I ANTARA SHOFA DAN MARWAH*adalah mengajarkan hakikat tawakal dan penghambaan kepada Allah dalam jiwa anda; karena syiar sa'i ini ada hubungannya dengan *ketawakalan Ibu kita Hajar tatkala mencari air di lembah yang tidak ada tanaman dan tidak ada siapapun, sewaktu Nabi Ibrāhīm diuji oleh Allāh untuk membawa anak dan istrinya di lembah yaitu di kota Makkah yang tidak ada tanaman dan tidak ada siapapun, nabi tidak ragu-ragu sedikitpun dalam menjalankan perintah Allah meninggalkan istri dan anaknya dengan perbekalan yang seadanya dari air minum dan kurma,maka tatkala Ibrahim meninggalkan istri dan anaknya, coba anda renungkan ketika Hajar berulang-ulang memanggil Ibrāhīm “Kenapa anda meninggalkan kami?”
Ibrāhīm tidak menolehnya, dan tatkala Hajar bertanya: “Wahai Ibrāhīm, Apakah Allāh yang memerintahkan kami dengan ini?
Baru Ibrāhīm menjawab:
“Iya.”
Lalu Hajar Ummu Ismail berkata: "Jika demikian Allāh tidak akan menyia-nyiakan kami.”
🌴Inilah yang menunjukkan kejujuran, ketawakalan dan kepasrahan hati Hajar kepada Sang Penciptanya, dan inilah
hakikat PENGHAMBAAN kepada Allah.
Lalu ketika Haajar melihat anaknya kehausan pergi naik ke bukit shofa tengok kanan dan kiri barangkali ada orang disekitarnya lalu turun dan berlari naik ke bukit Marwah bolak balik 7 putaran sehingga Allah memberikan kemudahan dg munculnya air ditempat diletakan anaknya.
🌴Ibnu Qoyyim rahimahullāh berkata:
“Bahwasanya kebutuhan kepada Allāh itu merupakan hakikat penghambaan dan inti penghambaan.”(Madaarij Assaalikin 3/286).,.
🌴 Yaitu :
👉 selalu butuh kepada Allāh dalam setiap keadaan, kebutuhan secara sempurna kepada Allāh dalam segala sisi. (Lihat: Madaarij Assaalikin 3/288). Artinya tidak menyandarkan atau mentergantungkan sesuatupun dari dunia atau keluarganya sampai kepada dirinya sendiri.
▶🕋 Setelah anda sa'i, maka jika anda memilih manasik haji tamattu berarti anda setelah sa',i bertahallul, dan jika anda
memilih manasik haji ifrad atau memilih haji qiran, maka anda tetap dalam keadaan ihram sampai anda melempar jumroh aqabah pada tgl 10 Dzulhijjah.
Jadi bagi anda yang haji tamattu setelah selesai sa'i adalah TAHALLUL yaitu mencukur gundul atau mencukur pendek rambut secara merata, dan bagi wanita memotong rambut seukuran ruas jari dari semua ujung lalu setelah tahallul maka segala yang mesti dijauhi ketika sedang ihram itu di perbolehkan.
Maka MAKNA KEIMANAN DALAM SYI'AR TAHALLUL adalah
✅ penghambaan, ketundukan dan kehina dinaan hanya kepada Allāh, karena membiarkan kepalanya untuk dipegang-pegang oleh tukang cukur.
✅ Kelapang dadanya, ketenangan hatinya, kegembiraan jiwanya karena mendapatkan do’a dari nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam yaitu:
⚀ Bagi yang mencukur gundul 3 kali dido’akan untuk mendapatkan rahmat dan ampunan.
⚀ Sedangkan bagi yang mencukur pendek, 1 kali dido’akan saja.
Sehingga dengan melaksanakan syi'ar tahallul ini tertanam dalam jiwa anda untuk mendahulukan apa yang diinginkan Allah dari pada yang disenangi oleh jiwa anda.
⏩ 🕋 Selanjutnya setelah anda tahallul, maka segala yang dilarang sewaktu ihram menjadi boleh, dan anda bisa bersenang-senang sampai anda ihram yang merupakan SYI'AR HAJI YANG PERTAMA, PADA TANGGAL 8 DZULHIJJAH YANG DINAMAI HARI TARWIAH
Hari tarwiah adalah hari pertama pelaksanaan ibadah haji pada tanggal 8 Dzulhijjah.
Dinamai Hari Tarwiah; karena manusia dulu sebelum keluar dari Makkah, mereka mempersiapkan air untuk di Mina dan juga untuk di ‘Arofah, karena dulu tidak ada air di Mina dan tidak ada air di ‘Arofah. Mereka membekali air yang cukup untuk bekal mereka di hari-hari di Mina dan di ‘Arofah. (Lihat: Haasyiat Arraudatu Almurbi’ 4/126).
Maka yang anda lakukan pada *hari tarwiah ( tgl 8 dzulhijjah )*adalah:
🔰❶ berihrom di waktu dhuha di tempatnya,lalu menjaga larangan-larangan ihrom, dan dalam menjaga larangan ihram ini pengaruhnya sangat membekas dalam hati yang sedang ihram haji yaitu selalu merasa diawasi Allah yang akan menyampaikan kepada derajat Ihsan.
🔰❷ Berangkat menuju Mina dan shalat dhuhur, ashar, magrib, isya dan sholat fajr pada waktunya dan yang 4 rokaat di qosor tanpa di jama'
🔰❸ talbiyah: takbir, dzikir, istigfar, baca Al-Qurān, dan dalam hal ini sebagai persiapan hati, maka seukuran persiapan hati pada hari tarwiah akan mendapatkan buahnya di hari ‘Arofah, dan yang tidak mempersiapkan hatinya pada hari tarwiah, barangkali susah untuk mengisi hatinya pada hari ‘Arofah, Wallahu musta'an.
⏩🕋Lalu berangkat ke 'Arafah setelah terbit matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah untuk melakukan WUKUF DI 'ARAFAH
Hari ‘Arofah ini adalah hari yang paling agung dan paling mulia.
Sungguh Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam menjelaskan tentang keutamaan hari ini:
الْحَجُّ عَرَفَةُ
“Haji itu adalah ‘Arofah.”(HR, Attirmidzi 889, dishahihkan Syekh Albani dalam shahih sunan attirmidzi 705).
Maka MAKNA KEIMANAN DALAM PONOMENA WUKUF DI 'ARAFAH adalah
mengingatkan adanya kemiripan dengan hari kiamat, karena di hari ‘Arofah semua jama’ah haji berkumpul di satu tempat dalam keadaan menangis dan tunduk hati mereka antara hawatir dan harapan; hawatir tidak diterima hajinya karena sebab dosa dan maksiat dan berharap keluasan rahmat Allāh.
Fenomena yang agung ini mengingatkan kita pada hari kiamat dikumpulkan semua ummat menunggu keputusan Allah, apakah nanti pada hari kiamat amalannya diterima dan dosanya diampuni ataukah amalannya di tolak dan disiksa dengan sebab dosa-dosanya?.
🌴Ibnu Qudamah -rahimahullāh- berkata:
“Adapun wukuf di ‘Arofah, mengingatkan apa yang anda lihat pada hari 'arofah dari berdesak- desakkannya manusia, suara yang terangkat berbeda-beda bahasanya, sewaktu menunggu keputusan Allah pada hari kiamat, dimana berkumpul semua umat di tempat itu dan meminta Syafa’at”.(Muhktashar Minhaj Al-Qaasidin 54).
🌴kemiripan hari ‘Arofah dengan hari kiamat yang paling nampak adalah
▶ pada hari ‘Arafah yang agung ini semua jama'ah haji sibuk dengan dirinya dan menghadap kepada Rabbnya dengan penuh khusu, menangis, bermunajat kepada Rabnya walaupun manusia disekelilingnya banyak namun seolah-olah tidak ada seorangpun di sana, dan semua orang memikirkan keselamatan dirinya, apakah masuk surga ataukah masuk neraka?
Walaupun ada sisi perbedaan antara hari kiamat dan hari ‘Arofah;
▶ pada hari kiamat Allah datang untuk memutuskan dan mengperhitungkan untuk membalas yang baik atas kebaikannya, dan yang buruk atas keburukannya, adapun Wukuf pada hari ‘Arofah, maka Allāh akan mendekat dari hamba-Nya di sore Arofah dengan kedekatan yang layak dengan Keagungan-Nya; untuk mengampuni dosa mereka, mengabulkan doa mereka, membebaskan mereka dari api neraka, dan Allāh berbangga kepada malaikat kepada mereka yang wukuf di 'Arafah .
🌴Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Tidaklah satu hari yang paling banyak hamba Allah dibebaskan oleh Allah dari api neraka daripada hari ‘Arofah, Allāh betul-betul mendekat kemudian bangga dengan mereka kepada Malaikat. Lalu Allāh berfirman: “Apa yang mereka inginkan”(HR, Muslim 1348 ).
🌴Ibnu Taymiyyah berkata bahwasanya kedekatan in adalah kedekatan secara khusus.(Lihat:Majmu fataawa 5/240).
🌴 Ibnu Mubarok berkata: “Aku datang kepada Sofyan At-Tsauri di sore hari ‘Arofah, dia dalam keadaan bertekuk lutut dan melinangkan air mata, dia menoleh kepadaku lalu aku bertanya kepadanya:
" Siapa yang paling jelek pada perkumpulan ini?
Ia menjawab:
“yang menyangka bahwasanya Allāh tidak akan mengampuni mereka.”
🌴Diriwayatkan dari Fudhail, bahwasanya ia mendengar isak tangis manusia di sore ‘Arofah. Ia berkata:
Apa pendapat kamu jika mereka alihkan meminta kepada seseorang seperenam dirham, apakah seseorang itu akan menolak mereka?”
Mereka menjawab:
“ Tidak.”
Kemudian Fudhail berkata:
“ Demi Allāh, ampunan di sisi Allāh lebih ringan daripada mengkabulkannya seseorang kepada mereka satuperenam dirham.(Lathaif Al-Ma’aarif 312).
🌴Ibnu Taymiyyah -rahimahullāh- berkata:
“ Maka yang berdoa dan yang bersujud mengarahkan ruhnya kepada Allāh. Maka ruh mendekat dari Allāh sesuai dengan kemurniannya dari dosa2 yang menodai ruh..(lihat: Majmu fataawa 5/241).
Saudaraku
▶Disunnahkan pada hari wukuf di Arafah menjama' taqdim yaitu shalat Dzuhur 2 roka'at dan ashar 2 roka'at dilaksanakan pada waktu Dzuhur, dalam rangka memberi kesempatan bagi yang wukuf untuk memperbanyak dzikir dan berdoa pada hari yang agung ini sampai terbenam matahari.
👉Ingat berdoa dan berdzikir ini mesti menghadirkan ruhnya yaitu ketundukan kepada Allah, karena berdzikir dan berdoa tanpa ruh tidak akan diterima.
Allāhul Musta’an.
Sungguh Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam banyak tunduk kepada Allāh dalam bermunajat, berdzikir dan berdoa, dan diantaranya adalah ketundukan nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam adalah pada hari ‘Arofah, dan seutama-utama berdzikir dan meminta kepada Allāh adalah ketundukan kepada-Nya.
🌴Imam Al-Auja’i berkata:
“ Ketundukan kepada Allāh merupakan ibadah hati yang memberikan pengaruh kepada anggota badan”(Majmu Rasaail Ibnu Rajab Al-Hanbali 1/307).
⏩🕋 Setelah terbenam matahari pada hari 'Arafah, lalu anda berangkat menuju mudzalifah untuk BERMALAM DI MUZDALIFAH
Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam berangkat ke Muzdalifah setelah terbenam matahari dalam rangka menyelisihi orang musyrikin pada zaman dahulu yang berangkat ke muzdalifah sebelum terbenam matahari.
Kemudian yang anda lakukan setibanya
di Muzdalifah (malam 10 dzulhijjah) adalah
✅ menjama' takhir yaitu sholat magrib 3 raka’at dan sholat ‘Isya 2 raka’at di waktu ‘Isya, lalu anda mabit (bermalam) sampai Fajar, lalu setelah sholat Fajar; berdzikir, bertakbir, bertahmid, berdo'a sampai matahari menguning, lalu sebelum terbit matahari pada tanggal 10 dzulhijjah ( hari nahr) berangkat menuju mina dalam rangka menyelisihi orang musyrikin yang berjalan ke mina setelah terbit matahari
Maka MAKNA KEIMANAN DALAM MENYELISIHI ORANG MUSYRIKIN adalah
🔰◆ Menanamkan Aqidah wala ( loyal kepada orang beriman ) dan bara' ( benci kepada orang kafir ), karena kita mesti ada kepribadian yang istimewaan
🌴Sungguh para Sahabat nabi meninggalkan masa lalunya seolah-olah menjadi mahluk yang baru walaupun mereka hidup dilingkungan jahiliyah, akan tetapi mereka memiliki kepribadian yang istimewa dalam hal aqidah, ibadah, muamalah dan seluruh kehidupan mereka dalam rangka meniru, dan meneladani nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam, bahkan bukan hanya sampai di situ, merekapun membenci setiap berhala jahiliyah, keyakinan-keyakinan jahiliyah dan kebiasaan-kebiasaan jahiliyah, sampai kepada keluarganya yang berada dalam kesyirikan, seolah-olah lisan perbuatan mereka berkata:
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
“Bagimu adalah agamamu dan bagiku adalah agamaku.”
[Surat Al-Kāfirūn 6].
⏩ 🕋 Lalu setelah anda sampai di mina pada hari nahr (10 dzulhijjah), maka yang anda lakukan adalah :
🔰 PERTAMA: MELEMPAR JAMRŌTUL 'AQABAH
🌴Asal disyariatkan melempar jumroh ini ada hubungannya dengan kisab Nabi Ibrāhīm tatkala diuji Allāh, Nabi ibrahim mimpi menyembelih anaknya dan mimpi nabi itu adalah benar.
Lalu Ibrahim minta pandangan kepada anaknya yang dicintainya sebagaimana dalam firman Allah:
فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ * فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata_:
“Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!"
Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. [Surat As-Saaffat 101 – 102]
lalu Ibrahim membawa anaknya untuk disembelih di Jumrōtul ‘Aqobah, dan pada waktu itu setan menggoda Nabi Ibrāhīm.
Maka tujuan dari SYIAR HAJI MELEMPAR JUMRŌTUL'AQABAH adalah keta'atan kepada Allah dan mengingatkan permusuhan syaithon yang selalu terus menerus berusaha menyesatkan anak Adam.
🔰 kedua: menyembelih hadyu
Dalam SYI'AR HAJI MENYEMBELIH HADYU bagi yang mengambil haji tamattu dan qiron adalah
ibadah harta yang paling agung dalam rangka bersyukur kpd Allah, mengagungkan Allāh, Ikhlas karena Allāh, kegembiraan dan kesenangan ketika anda melaksanakannya dalam rangka mendekatkan diri anda kepada Allāh dan cinta kepada Allāh karena dalam menyembelih hadyu dan qurban adalah mementingkan apa yang dicintai Allāh dalam melaksanakan ibadah yang agung ini daripada mencintai harta.
🔰 ketiga: mencukur gundul atau mencukur pendek.
SYIAR HAJI MENCUKUR GUNDUL ATAU MENCUKUR PENDEK bagi laki-laki termasuk kewajiban haji, adapun kewajiban haji bagi wanita adalah memotong rambut seukuran ruas jari dari semua ujung.
🔰 keempat: thowaf ifadhoh.
SYIAR HAJI THOWAF IFADHOH bisa diakhirkan pada hari tasyrik, namun yang perlu anda ingat dalam pelaksanaan THOWAF IFADHOH ini agar anda memperbaharui kerinduan dan kecintaan kepada Allah,karena
Thowaf dalam ibadah haji ada 3 Thowaf:
⑴ thowaf qudum yang merupakan sunnah
⑵ thowaf ifadhoh yang merupakan rukun haji.
⑶ thowaf wada’ yang merupakan kewajiban haji (ketika jama’ah haji meninggalkan makkah), maka tabiat manusia biasanya apabila pertama kali melakukan thawaf ada kerinduan dan manisnya dalam melakukan ibadah, akan tetapi apabila mengulanginya lagi kadang kerinduan itu bisa menghilang.
Maka apabila anda pada hari NAHR telah melakukan dua syiar haji dari tiga syiar haji yaitu :
1⃣ melempar Jamrōtul'Aqabah.
2⃣ dan mencukur gundul/memendekkan rambut,
✅ atau anda telah melakukan:
1⃣ thowaf ifadhah
2⃣ dan mencukur gundul/memendekkan rambut berarti anda telah tahallul awal
🔰dan apabila anda melakukan pada hari nahr:
1⃣ melempar Jumrōtul'Aqabah.
2⃣ dan mencukur gundul/memendekkan rambut
3⃣ THAWAF Ifadah berarti anda telah tahallul Tsani
⏩ 🕋 Lalu setelah anda tahallul awal / tahallul tsani ada sisa amalan haji yang mesti anda lakukan pada HARI TASYRIQ ( 11, 12, 13 DZULHIJJAH)
Maka pada malam 11 dzulhijjah adalah
✅ Mabit di Mina
✅ Sholat pada waktunya dengan mengqashar yang 4 roka’at menjadi 2 roka'at tanpa menjama’
✅ Dan hendaklah anda memperbanyak takbir dan tahmid.
Maka pada siang hari 11 Dzulhijjah adalah:
✅melempar 3 Jamarōt setelah tergelincir matahari, yaitu jamroh sugro 7 butir kerikil, jamrah wustho 7 butir kerikil, dan jamrah kubro 7 butir kerikil, dan begitupula seterusnya yang anda lakukan pada tanggal 12 dan tanggal 13 dzulhijjah
🔰Hanya tidak mengapa meninggalkan mina pada tanggal 12 sebelum terbenam matahari dan hal Ini dinamakan nafar awwal.
Dan tentunya yang paling utama adalah sampai tanggal 13 dzulhijjah yang di namakan dgn Nafar Tsani.
⏩ 🕋 Kemudian setelah selesai amalan pada hari-hari tasyrik , maka bagi anda yang datang dari luar kota Makkah, ada amalan yang terakhir yang wajib anda lakukan yaitu THOWAF WADA' ( thawaf perpisahan ), yang merupakan kewajiban diantara kewajiban haji.
🌴Ibnu Abbas radhiyallāhu ‘anhu berkata:
“Diperintahkan manusia untuk melakukan akhir pekerjaan mereka itu thawaf di baitullāh.”
Maka thawaf wada’ ini memiliki makna yang membekas dalam hati jamaah haji:
🔰⊙ PERTAMA
Kecintaan dan kerinduan karena thawaf wada’ telah menutupi rasa dahaga orang-orang yang rindu, dimana thawaf ini merupakan akhir amalan haji.
🔰⊙ KEDUA
akan ada rasa takut karena mengingat haq Allāh, mengingat akan kekurangan dalam pelaksanaan haji, sehingga mendorong anda untuk bertaubat, minta ampun, tunduk dan hancur leburnya hati.
🔰⊙ KETIGA
ada rasa harap kepada Allāh karena Allāh telah memuliakan anda dan mengizinkan anda untuk bermunajat di tempat yang suci, begitupula ada harapan dalam hati anda untuk di terima dikarenakan anda sebagai tamu Allāh.
🔰⊙ KEEMPAT
ada rasa malu kepada Allāh, karena Allāh telah memuliakan anda untuk dijamu sebagai undangannya, padahal anda bermaksiat kepada Allāh, kurang dalam menta’ati Allāh di sisi rumahnya, sehingga rasa malu tersebut mendorong anda untuk memperbanyak memohon ampunan kepada Allāh Yang Maha Pengampun.
Penutup
Saudaraku
Perlu diketahui oleh Ikhwah sekalian setelah anda selesai melaksanakan ibadah haji:
✅ hendaklah istiqomah di dalam kehidupan, karena istiqomah dalam kehidupan itu merupakan tuntutan syariat.
Dan yang dimaksud dengan istiqomah itu adalah:
◆ Tidak berlebih-lebihan dan tidak mengurangi, sabar dan tetap tegar diatas agama.
Hal yang demikian itu dengan 2 perkara:
✅ 1) Melaksanakan perintah Allāh dan perintah Rosūl-Nya secara dhohir dan bathin dengan tidak berlebihan dan tidak mengurangi.
✅ 2) Ketegaran diatas hal itu sampai meningggal.
Demikian catatan tentang pelaksanaan haji & pemaknaannya.
Semoga dengan ilmu ini bisa memberikan manfaat kepada anda, menjadikan bekal dalam perjalanan anda yang sedang melaksanakan ibadah haji yang bisa mengubah kondisi keimanan anda ke arah kehidupan keimanan yang lebih baik, dan Allāh mengampuni dosa-dosa anda dan memasukan anda ke dalam surga-Nya. Aamiin.
Comments
Post a Comment