pesan rasul di arafah
untuk “rohingnya dan freeport”
oleh: kh hafidz abdurrahman
berhari-hari dada sesak, mata pun tak sanggup memperhatikan apa yang sedang menimpa saudara-saudara kita di rohingnya. berbagai foto dan video yang diupload di media sosial, semuanya menggambarkan kebrutalan, kebiadaban, dan kemauan kuat binatang penguasa myanmar, yang tak sanggup dilakukan oleh hewan sekalipun. tetapi itulah kenyataannya.
hanya dalam dua hari, lebih dari 3000 nyawa kaum orang islam melayang dibantai oleh kejam dan bengis oleh penguasa myanmar, tak berperikemanusiaan. kampung mereka dibumihanguskan. penduduknya mereka bantai olehbrutal. apa salah mereka? salah mereka hanya satu, karena mereka orang islam. inilah tragedi genosida terburuk, setelah tragedi bosnia-herzegovina.
protes pun dilakukan dalam skala besar di malaysia oleh para pengungsi rohingnya. tak kalah kerasnya, kecamnya dilakukan oleh salah satu tokoh kelompok islam, bahwa pembantaian orang islam rohingnya ini jelas biadab. tetapi, negeri diam. karena yang menjadi korban pembantaian adalah umat islam.
sesak dada kita, mata pun sembab, hati dan lisan ini pun marah, karena tak kuasa berbuat apa-apa menyaksikan kebengisan di depan mata. ya allah, ya rasulullah, ampunilah hamba, karena ketidakberdayaan ini. ya rasulullah, apa yang engkau titahkan di hari arafah, kala engkau sampaikan khutbah arafah, tepat tanggal 9 dzulhijjah 10 h, empat belas abad yang lalu:
ياَ أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا، فِي شَهْرِكُمْ هَذَا، وَفِي بِلاَدِكُمْ هَذَا..
“wahai umat manusia, sesungguhnya darah kalian, harta kalian serta kehormatan kalian adalah haram [merupakan kesucian] bagi kalian, sebagaimana kesucian hari kalian [hari arafah] ini, di bulan kalian [bulan dzulhijjah] ini, dan negeri kalian [tanah haram] ini. ” [hr bukhari]
untuk menjaga darah-darah kaum orang islam agar tidak dinodai, apalagi ditumpahkan, hari ini tidak sanggup kami lakukan. andal, kami tidak sanggup menghentikan pembantaian saudara-saudara kami di rohingnya. kami pula tidak sanggup menghentikan pembunuhan saudara-saudara kami di yaman. kami pula tidak sanggup menghentikan kebiadaban bashar asad, rusia, amerika dan sekutunya di suriah. karena kami tidak mempunyai kekuatan apa-apa, selain kata-kata.
bahkan, amanah yang engkau titahkan untuk menjaga kekayaan alam kami, baik sumber daya migas, gas, hingga tanah pun tak kuasa kami lakukan. karena kami tidak mempunyai kekuasaan. ketika ini, kekuasaan itu ada di tangan penguasa, yang berterus terang mukmin, berterus terang sebagai saudara sesama mukmin, tetapi ironinya mereka justru memakai kekuasaannya bukan menjalankan titahmu ya rasulullah. umatmu, saudara-saudara kami, yang pula saudara mereka, dibantai di myanmar tak pula mereka bantu, tak pula mereka hentikan, apalagi menuntut balas atas tiap tetes darah mereka yang menetes, atas kekuasaan yang ada di tangan mereka.
ya rasulullah, kekayaan kami, yang seharusnya dapat kami nikmati untuk kehidupan kami dan anak cucu kami pun kini dikuasai dan dijarah oleh asing dan aseng, sementara kami harus hidup menderita. kami harus mengampukan diri sendiri, sudah begitu masih harus memikul beban pajak, biaya hidup dan lain-lain yang kian sulit. banyak saudara-saudara kami yang tak tahan atas kesulitan hidup ini, akhirnya memilih bunuh diri.
ya allah, ampunilah kami. ya rasulullah, maafkanlah kami, karena kami tak berdaya mengubah apapun atas kekuasaan kami. karena kami tidak memilikinya. kami hanya mampu mengubah atas lisan dan tulisan, karena itulah yang kami punya. maka, di hari arafah, 9 dzulhijjah 1438 h/31 agustus 2017 ini, saksikanlah bahwa kami telah menunaikan amanah yang mampu kami lakukan sebagaimana yang engkau titahkan, 9 dzulhijjah 10 h, 14 abad yang kemudian atas lisan dan tulisan ini.
di hari arafah ini, ketika kami dan jutaan, bahkan milyaran umat islam berpantang, dan ketika doa-doa yang dipanjatkan diijabah, dan ketika engkau banggakan umat nabi-mu yang tengah wukuf di arafah kepada seluruh makhluk-mu, pula para malaikat-mu, kami memanjatkan doa sebagaimana doa rasul:
رَّبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَل لِّي مِن لَّدُنكَ سُلْطَانًا نَّصِيرًا
“ya tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-mu kekuasaan yang menolong. ” [q. s. al-isra’: 80]
kekuasaan yang menolong darah, harta, kehormatan dan kemuliaan umat nabi-mu. kekuasaan yang menolong agama-mu. kekuasaan yang digariskan dan diwariskan oleh nabi-mu. kekuasaan yang akhirnya dihancurkan oleh konspirasi kaum kafir dan munafik. kekuasaan yang kembalinya di muka bumi ini sangat mereka takuti, bukan karena keburukannya, tetapi karena tangan-tangan mereka telah berlumuran darah dan noda.
ya rabb, hanya kepada-mu kami berserah diri. hanya kepada-mu, kami serahkan seluruh urusan umat nabi-mu; darah, harta dan kehormatan kami, puladarah, harta dan kehormatan saudara-saudara kami. semoga semuanya segera engkau akhiri, di hari dan bulan yang suci ini.
amin ya rabb al-‘alamin.
ya rabb, saksikanlah, hamba telah menunaikan amanah-mu, dan amanah nabi-mu.
untuk “rohingnya dan freeport”
oleh: kh hafidz abdurrahman
berhari-hari dada sesak, mata pun tak sanggup memperhatikan apa yang sedang menimpa saudara-saudara kita di rohingnya. berbagai foto dan video yang diupload di media sosial, semuanya menggambarkan kebrutalan, kebiadaban, dan kemauan kuat binatang penguasa myanmar, yang tak sanggup dilakukan oleh hewan sekalipun. tetapi itulah kenyataannya.
hanya dalam dua hari, lebih dari 3000 nyawa kaum orang islam melayang dibantai oleh kejam dan bengis oleh penguasa myanmar, tak berperikemanusiaan. kampung mereka dibumihanguskan. penduduknya mereka bantai olehbrutal. apa salah mereka? salah mereka hanya satu, karena mereka orang islam. inilah tragedi genosida terburuk, setelah tragedi bosnia-herzegovina.
protes pun dilakukan dalam skala besar di malaysia oleh para pengungsi rohingnya. tak kalah kerasnya, kecamnya dilakukan oleh salah satu tokoh kelompok islam, bahwa pembantaian orang islam rohingnya ini jelas biadab. tetapi, negeri diam. karena yang menjadi korban pembantaian adalah umat islam.
sesak dada kita, mata pun sembab, hati dan lisan ini pun marah, karena tak kuasa berbuat apa-apa menyaksikan kebengisan di depan mata. ya allah, ya rasulullah, ampunilah hamba, karena ketidakberdayaan ini. ya rasulullah, apa yang engkau titahkan di hari arafah, kala engkau sampaikan khutbah arafah, tepat tanggal 9 dzulhijjah 10 h, empat belas abad yang lalu:
ياَ أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا، فِي شَهْرِكُمْ هَذَا، وَفِي بِلاَدِكُمْ هَذَا..
“wahai umat manusia, sesungguhnya darah kalian, harta kalian serta kehormatan kalian adalah haram [merupakan kesucian] bagi kalian, sebagaimana kesucian hari kalian [hari arafah] ini, di bulan kalian [bulan dzulhijjah] ini, dan negeri kalian [tanah haram] ini. ” [hr bukhari]
untuk menjaga darah-darah kaum orang islam agar tidak dinodai, apalagi ditumpahkan, hari ini tidak sanggup kami lakukan. andal, kami tidak sanggup menghentikan pembantaian saudara-saudara kami di rohingnya. kami pula tidak sanggup menghentikan pembunuhan saudara-saudara kami di yaman. kami pula tidak sanggup menghentikan kebiadaban bashar asad, rusia, amerika dan sekutunya di suriah. karena kami tidak mempunyai kekuatan apa-apa, selain kata-kata.
bahkan, amanah yang engkau titahkan untuk menjaga kekayaan alam kami, baik sumber daya migas, gas, hingga tanah pun tak kuasa kami lakukan. karena kami tidak mempunyai kekuasaan. ketika ini, kekuasaan itu ada di tangan penguasa, yang berterus terang mukmin, berterus terang sebagai saudara sesama mukmin, tetapi ironinya mereka justru memakai kekuasaannya bukan menjalankan titahmu ya rasulullah. umatmu, saudara-saudara kami, yang pula saudara mereka, dibantai di myanmar tak pula mereka bantu, tak pula mereka hentikan, apalagi menuntut balas atas tiap tetes darah mereka yang menetes, atas kekuasaan yang ada di tangan mereka.
ya rasulullah, kekayaan kami, yang seharusnya dapat kami nikmati untuk kehidupan kami dan anak cucu kami pun kini dikuasai dan dijarah oleh asing dan aseng, sementara kami harus hidup menderita. kami harus mengampukan diri sendiri, sudah begitu masih harus memikul beban pajak, biaya hidup dan lain-lain yang kian sulit. banyak saudara-saudara kami yang tak tahan atas kesulitan hidup ini, akhirnya memilih bunuh diri.
ya allah, ampunilah kami. ya rasulullah, maafkanlah kami, karena kami tak berdaya mengubah apapun atas kekuasaan kami. karena kami tidak memilikinya. kami hanya mampu mengubah atas lisan dan tulisan, karena itulah yang kami punya. maka, di hari arafah, 9 dzulhijjah 1438 h/31 agustus 2017 ini, saksikanlah bahwa kami telah menunaikan amanah yang mampu kami lakukan sebagaimana yang engkau titahkan, 9 dzulhijjah 10 h, 14 abad yang kemudian atas lisan dan tulisan ini.
di hari arafah ini, ketika kami dan jutaan, bahkan milyaran umat islam berpantang, dan ketika doa-doa yang dipanjatkan diijabah, dan ketika engkau banggakan umat nabi-mu yang tengah wukuf di arafah kepada seluruh makhluk-mu, pula para malaikat-mu, kami memanjatkan doa sebagaimana doa rasul:
رَّبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَل لِّي مِن لَّدُنكَ سُلْطَانًا نَّصِيرًا
“ya tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-mu kekuasaan yang menolong. ” [q. s. al-isra’: 80]
kekuasaan yang menolong darah, harta, kehormatan dan kemuliaan umat nabi-mu. kekuasaan yang menolong agama-mu. kekuasaan yang digariskan dan diwariskan oleh nabi-mu. kekuasaan yang akhirnya dihancurkan oleh konspirasi kaum kafir dan munafik. kekuasaan yang kembalinya di muka bumi ini sangat mereka takuti, bukan karena keburukannya, tetapi karena tangan-tangan mereka telah berlumuran darah dan noda.
ya rabb, hanya kepada-mu kami berserah diri. hanya kepada-mu, kami serahkan seluruh urusan umat nabi-mu; darah, harta dan kehormatan kami, puladarah, harta dan kehormatan saudara-saudara kami. semoga semuanya segera engkau akhiri, di hari dan bulan yang suci ini.
amin ya rabb al-‘alamin.
ya rabb, saksikanlah, hamba telah menunaikan amanah-mu, dan amanah nabi-mu.
Comments
Post a Comment